Jumat, 11 September 2026

Dominasi Kekuasaan di Uganda, Museveni Kembali Terpilih Jadi Presiden ke 7 Kalinya

Andrias - Minggu, 18 Januari 2026 13:27 WIB
Dominasi Kekuasaan di Uganda, Museveni Kembali Terpilih Jadi Presiden ke 7 Kalinya
Musevani terpilih kembali jadi Presiden Uganda ke 7 Kalinya

Uganda - Presiden Uganda Yoweri Museveni kembali memenangkan pemilihan presiden dan memastikan kemenangan ketujuhnya sejak berkuasa pada 1986.

Hasil resmi yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum pada Sabtu waktu setempat, 17 Januari 2026 menunjukkan Museveni meraih 71,65 persen suara.

Pemilu yang digelar Kamis lalu itu berlangsung di tengah pemadaman internet, laporan kekerasan, serta tuduhan intimidasi terhadap oposisi.

Baca Juga:
Pesaing utama Museveni, Bobi Wine, hanya memperoleh 24,72 persen suara dan secara tegas menolak hasil pemilu tersebut.

"Saya menyatakan penolakan sepenuhnya terhadap hasil palsu ini," kata Bobi Wine, seperti dikutip dari AFP.

Politikus oposisi berusia 43 tahun itu juga mengaku sedang bersembunyi setelah rumahnya digerebek aparat keamanan.

"Saya berhasil melarikan diri. Saat ini saya tidak berada di rumah, meskipun istri dan anggota keluarga saya masih berada dalam tahanan rumah," tulisnya di media sosial X.

Baca Juga:
Pihak kepolisian Uganda membantah telah melakukan penggerebekan. Juru bicara polisi Kituuma Rusoke menyebut aparat hanya melakukan pengamanan di wilayah yang dianggap rawan.

"Kami tidak melarang orang mengaksesnya, tetapi kami tidak bisa mentoleransi penggunaan kediamannya untuk berkumpul dan menghasut kekerasan," ujarnya kepada wartawan.

Situasi keamanan di ibu kota Kampala dilaporkan masih tegang. Kehadiran aparat bersenjata terlihat di sejumlah titik untuk mencegah aksi protes.

Seorang warga di sekitar kediaman Bobi Wine mengaku ketakutan.

"Banyak orang telah meninggalkan daerah ini. Kami sangat takut," kata Prince Jerard, pedagang setempat.

Baca Juga:
Pemilu juga diwarnai gagalnya mesin identifikasi biometrik pemilih di sejumlah wilayah perkotaan, termasuk Kampala yang merupakan basis oposisi.

Akibatnya, petugas menggunakan daftar pemilih manual, kondisi yang dinilai berpotensi menjadi dasar gugatan hukum atas hasil pemilu.

Sumber: RMOL

Baca Juga:

Editor
: Andrias
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Anggota Brimob Polda Aceh Gabung Tentara Rusia
Indonesia Kaya, Bangun 'Kampung Haji' Tempat Jamaah Haji Indonesia
Bangga RI Raih 91 Emas di SEA Game 2025, Prabowo: Disatu Pihak Saya Senyum, Pihak Lain Pusing Juga Bonus Banyak
Viral, Presiden Burkina Faso Tolak Lamaran Putri Dubai yang Kepincut usai Tonton Pidato
 
Komentar