Minggu, 21 Juni 2026

PDIP Tak Ikut Campur Wacana Koalisi Permanen Usulan Golkar

Andrias - Selasa, 13 Januari 2026 18:15 WIB
PDIP Tak Ikut Campur Wacana Koalisi Permanen Usulan Golkar

Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan tidak ingin ikut campur dalam wacana koalisi permanen yang diusulkan oleh Ketua Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo, memastikan partainya memilih tetap berada di luar pemerintahan dan memposisikan diri sebagai partai penyeimbang dalam sistem politik presidensial yang berlaku saat ini.

"Apakah yang dimaksud dengan koalisi permanen itu untuk selama-lamanya? Mungkin keinginan para politisi, ya silakan. Tapi kami tidak ikut campur soal itu," ucap Andreas dalam konferensi pers di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026).

Baca Juga:

"Ya PDI Perjuangan ada di luar pemerintahan dan kami ya memposisikan diri sebagai partai penyeimbang tadi. Tidak menyebut diri sebagai partai oposisi. Itu poin, sikap PDI Perjuangan di dalam sistem politik yang berjalan saat ini," lanjutnya.

Dia pun menegaskan sikap PDIP tersebut sejalan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Kemudian, Andreas menyebut sebagaimana sepanjang sejarah politik di Indonesia, koalisi permanen belum pernah terjadi.

"Kalau kita perhatikan dalam sejarah politik Indonesia, belum pernah terjadi koalisi kemarin. Kemarin yang ada adalah, kalau PDI Perjuangan, kami menyebut itu kerja sama antar partai," ucap Andreas.

Secara konseptual, jelas Andreas, koalisi permanen dikenal dalam sistem pemerintahan parlementer. Sedangkan, Indonesia menerapkan sistem presidensial multipartai, yang mana lebih mengutamakan kerja sama antarpihak.

Baca Juga:

"Textbook koalisi itu hanya ada di dalam sistem parlementer. Kalau dicek di mana saja, yang ada itu hanya di sistem parlementer, yang namanya koalisi itu. Sementara di sistem presidensi multipartai, ya orang berupaya untuk bekerja sama," ucap Andreas.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengumumkan salah satu poin pernyataan politik yang dihasilkan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I 2025 Partai Golkar, yakni mendorong dibentuknya koalisi partai politik permanen, dengan berlandaskan kepentingan ideologis dan strategis.

Koalisi permanen disebutnya tidak hanya berorientasi untuk memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres), tetapi juga untuk membangun kerja sama politik guna memastikan kebijakan strategis pemerintah mendapatkan dukungan politik.

"Koalisi Permanen ini tidak hanya dibangun untuk memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden, tetapi dilembagakan sebagai bentuk kerja sama politik yang mengikat di parlemen dan pemerintahan," kata Bahlil dalam keterangan pers resminya pada Minggu (21/12/2025).Tirtto.id

Baca Juga:

Editor
: Andrias
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Sentil Balik Golkar, PDIP: Kami Tak Candu Kekuasaan
Setelah Disebut Politik Abu-Abu, Golkar juga Soroti soal PDIP sebagai Penyeimbang?
PKB Tuding Sikap PDIP Terkesan Ambigu (Abu-Abu) ke Pemerintah
STIK Polri Berganti Nama Jadi Universitas Kepolisian
PDIP Bantah Tudingan Danai Demo Mahasiswa Menolak Program MBG
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Puji Jenderal Listyo Sigit: Kapolri Terbaik Sepanjang Masa
 
Komentar