Jumat, 11 September 2026

Lonjakan Data Korban Banjir-Longsor Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat: 303 Orang Meninggal, 279 Hilang

Andrias - Minggu, 30 November 2025 00:03 WIB
Lonjakan Data Korban Banjir-Longsor Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat: 303 Orang Meninggal, 279 Hilang
Kompas

Medan - Jumlah korban bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) kembali melonjak signifikan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan hingga Sabtu (29/11/2025), total 303 orang dilaporkan meninggal dunia dan 279 orang masih hilang.

Suharyanto menjelaskan pembaruan data ini merupakan hasil pendataan intensif di lapangan yang terus dilakukan oleh tim gabungan, termasuk Basarnas, TNI-Polri, BNPB, serta relawan.

Baca Juga:

Sumatra Utara menjadi wilayah terdampak paling parah. Suharyanto menyebut jumlah korban meninggal di provinsi itu mencapai 166 jiwa, naik drastis dari laporan sebelumnya sebanyak 116 jiwa. Selain itu, 143 orang masih dinyatakan hilang.

Saya akan uraikan dari Sumut, korban jiwa yang kemarin 116 korban jiwa, sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Kemudian 143 jiwa yang masih hilang," kata Suharyanto dalam konferensi persnya yang digelar pada Sabtu (29/11/2025).

Provinsi Aceh juga mencatat peningkatan jumlah korban. Hingga Sabtu sore, BNPB mencatat 47 orang meninggal dunia, 51 orang hilang, dan 8 orang terluka.

Sejumlah wilayah seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara menjadi daerah dengan jumlah korban tertinggi.

Baca Juga:

Tim SAR hingga kini masih berupaya mempercepat pencarian di wilayah yang aksesnya masih sangat terbatas.

Lebih lanjut, di Sumatra Barat, korban meninggal dunia telah mencapai 90 orang, sementara 85 orang masih hilang, dan 10 orang mengalami luka-luka.

Dampak terparah dilaporkan terjadi di Padang Panjang, Tanah Datar, Kabupaten Solok, serta Kota Padang.

Sejumlah titik longsor dan kerusakan jembatan masih menghambat akses tim untuk menjangkau lokasi terdampak, sehingga pendataan diperkirakan akan terus berkembang.

Baca Juga:


Sumber: Kompas

Baca Juga:
Editor
: Andrias
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Pemilik Ponpes di Lubuk Dalam, Siak Ditangkap, Diduga Cabuli 4 Santrinya
Kejaksaan Geledah Kantor Bupati Meranti
SPPG Pedekik Tegaskan Instalasi IPAL Sudah Sesuai Prosedur
Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Cek Karhutla di Kabupaten Siak
Kepala BGN Respons Cepat Kasus Keracunan MBG di Karo, Ancam Tutup Hingga Copot SPPG
Ratusan Murid di Karo Keracunan MBG dari SPPG Kodim, Ini Kata Dandim 0205/Tanah Karo
 
Komentar