Jakarta -Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah, mengungkapkan saat ini pihaknya bersama Kementerian Hukum (Kemenkum) sedang menggodok Peraturan Presiden (Perpres) mengenai aturan penerapan kecerdasan buatan atau AI di Indonesia. Edwin menuturkan Perpres mengenai AI akan menjadi prioritas pada 2026 mendatang untuk segera disahkan.
"Sekarang lagi proses dengan Kementerian Hukum untuk masuk ke dalam Keppres mengenai Perpres yang akan jadi prioritas di tahun 2026," kata Edwin dalam agenda diskusi Ngopi Bareng di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2025).Edwin menjelaskan saat ini pihaknya bersama Kemenkum dalam proses harmonisasi aturan dengan konsultasi publik yang diikuti oleh sejumlah elemen masyarakat.
Baca Juga:"AI seperti yang kita ketahui sekarang kan sudah selesai konsultasi publik, kita juga akan harmonisasi," jelasnya.
Edwin juga menyampaikan menurut laporan dari Stanford, Indonesia menjadi negara terbanyak ketiga di Asia yang menggunakan AI dan nomor satu di ASEAN. Menurutnya, industri AI di Indonesia tumbuh secara progresif karena ada banyak perusahaan yang berinvestasi di sektor tersebut.
"Termasuk Opsel (operator seluler) ini perusahaan udah bikin AI-nya sendiri kan. Kayak XL Smart, Indosat juga ada. Ada sekitar 100 lebih," ujarnya.Meski demikian, Edwin menjabarkan ada sejumlah tantangan terkait pengembangan AI di Indonesia di antaranya adalah masalah konektivitas internet yang menurutnya saat ini masih terpusat di kota besar.
Baca Juga:"AI itu lebih banyak bisa berfungsi ketika di tempat-tempat yang connectivity-nya bagus. Indonesia connectivity-nya sudah bagus, secara sebaran sudah 95 persen sudah akses handphone, 225 juta pengguna internet. Cuma secara rata-rata kecepatan ada yang bagus, ada yang belum bagus," ungkapnya.
Selain itu, terdapat permasalahan mengenai korporasi, kompetensi, konten dan ketersediaan wadah data komputerisasi. Menurutnya, apabila lima masalah ini teratasi, maka Indonesia bisa menyalip Cina yang sudah unggul di bidang AI.
"Jadi kalau ditanya, bagaimana menganalisis AI di Indonesia pertumbuhannya? Analisis hal ini, lima ini. Kalau ini sudah seperti negara Cina, mungkin kita akan cepat," terangnya.
Sumber: Tirto
Baca Juga: