Jumat, 11 September 2026

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri 1447 H: Lebaran 21 Maret 2026

Andrias - Jumat, 20 Maret 2026 04:04 WIB
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri 1447 H: Lebaran 21 Maret 2026

Jakarta -Pemerintah melalui Kementerian Agama telah selesai menggelar sidang isbat (penetapan) 1 Syawal 1447 Hijriah/Idul Fitri 2026, Kamis (19/3/2026). Hasilnya ditetapkan bahwa 1 Syawal 1446 H atau Lebaran 2026 jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.

"Secara hisab (perhitungan astronomis), tidak memenuhi data visibilitas hilal imkan rukyat) MABIMS," sebut Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Nasaruddin bilang, pemantauan hilal dilakukan pada 117 titik di Seluruh Indonesia. "Tidak terlihat, mulai Papua-Aceh, tidak satu pun dinyatakan melihat hilal. Tidak ada laporan hilal terlihat," sebutnya.

Baca Juga:
"Maka disepakati, 1 Syawal [1447 Hijriah jatuh pada] 21 Maret 2026. Demikian hasil sidang isbat yang disepakati bersama," imbuhnya.

Nasaruddin berharap, kesepakatan ini tidak menimbulkan perpecahan, melainkan jadi simbol persatuan.

Semoga dengan keputusan ini, dapat jadi simbol persatuan Indonesia dalam menyongsong kehidupan lebih baik," tegasnya.

Tim anggota rukyat Kemenag sekaligus Ahli Astronomi Planetarium Observatorium Jakarta, Cecep Nurwndaya, mengatakan bahwa secara hisab, hilal tidak memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) di seluruh wilayah Indonesia. Pada pantauan yang dilakukan, tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat.

Baca Juga:
"Gambarnya jelas, magenta semua, merah semua. Kalau tadi kurva tadi digabungkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak memenuhi kriteria awal bulan Qomariyah MABIMS, warnanya magenta," kata Cecep dalam seminar sebelum sidang isbat di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis.

Cecep mengatakan, posisi hilal memenuhi syarat Mabims di tiga wilayah. Namun, masih terlihat sangat tipis.

Meski penentuan 1 Syawal 1447 H akan diputuskan dalam sidang isbat, Cecep menyebut bahwa pemantauan hari ini menunjukkan lebaran bukan jatuh pada Jumat (20/3/2026). Apalagi, dari pantauan menunjukkan tidak ditandai dengan adanya gerhana matahari.

"Sehingga tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu Pahing, 21 Maret 2026," ujar Cecep.

Baca Juga:
Ditambahkan Cecep, hasil hisab ini masih bersifat normatif. Penetapan 1 Syawal di Indonesia masih akan ditentukan berdasarkan metode rukyah dan hisab.

"Rukyah itu konfirmasi, rukyah itu verifikasinya. Karena kita tahu bahwa di Indonesia lazimnya penetapan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah ditetapkan berdasar metode rukyah dan hisab. Ya, jadi hisabnya sudah ada, rukyahnya kita tunggu," tutur Cecep.

Sumber: tirto

Baca Juga:

Editor
: Andrias
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Mentan Berduka, 3 ASN Gugur Ditembak KKB saat Kirim Bantuan Pangan
BGN Identifikasi 1.999 Dapur MBG Tak Daftar SLHS, Bakal Ditutup
Hasil Muktamar ke-35 NU: KH Abdul Hakim Mahfudz Terpilih Jadi Ketum PBNU
Presiden Prabowo Tiba di Riau, Langsung Pimpin Rapat Penanganan Karhutla
Kepala Bakom RI, M Qodari Imbau Warga Bijak Bermedsos Jelang HUT RI
Bengkalis Masuk Daftar 90 Kajari Dirotasi oleh Kajagung, Berikut Ini Lengkapnya
 
Komentar