LBengkalia - Sebanyak 60 orang pegawai di Pemerintahan Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkali, Riau telah mengikuti pemeriksaan urine yang dilakukan secara menyeluruh.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, Polres Bengkalis merilis 3 orang pegawai dinyatakan positif mengandung zat Methamphetamine dan Amphetamine."Ketiga pegawai tersebut masing-masing berinisial R, B, dan D,' kata Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar dalam keterang tertulisnya diterima Jumat (17/04/2026).
Baca Juga:Menindaklanjuti hasil tersebut, pihak Polres Bengkalis akan melakukan proses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum dan aturan yang berlaku. Langkah ini juga akan dikoordinasikan dengan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan secara profesional dan transparan.
Kapolres AKBP Fahrian mengatakan, kegiatan (tes urine) tersebut dilaksanakan berdasarkan Pasal 87 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta tindak lanjut dari surat permohonan Camat Bantan Nomor: 005/SET/IV/2026 terkait pelaksanaan tes urine bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kecamatan Bantan.
Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Resor Bengkalis mengambil langkah tegas dalam memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya. Langkah tegas inipun dilakukan kepada pegawai di Pemerintahan Kecamatam Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (16/04/2026) pagi.Dugaan tes urine dadakan dilakukan kepada ASN dan P3K di Pemerintahan Kecamatan Bantan usai terungkapnya kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan sejumlah pejabat dilingkungan tersebut.
Baca Juga:Hasilnya, tes urine mendadak yang dilakukan di Kantor Camat Bantan menemukan dua Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dan dua personel Satpol PP positif narkoba.
Camat Bantan, Aulia Fikri tidak menampik pihak Polres Bengkalis dan Polsek Bantan telah melakukan tes urine kepada seluruh pegawai dan P3K paruh waktu di Kantor Camat Bantan.
"Benar, pagi tadi. Seluruhnya tanpa terkecuali telah dilakukan tes urine," kata Aulia Fikri, Kamis (16/04/2026) petang.Pun demikian, Aulia Fikri enggan berkomentar lebih lanjut, tes urine dadakan dduga pengembangan pihak polisi usai penangkapan salah seoramg stafnya yang tersandung kasus narkoba.
Baca Juga:"Kalau itu, saya tidak tahu karena saya masih baru menjabat Camat disini. Dan hasil tes urin selukruhnya, kita masih menunggu hasil dari pihak kepolisian," terangnya.