Jumat, 11 September 2026

Bupati Kuansing Non Aktif Suhardiman Amby Diduga Setor 46.500 Dolar Singapura ke Raja Juli

Andrias - Jumat, 24 Juli 2026 12:08 WIB
Bupati Kuansing Non Aktif Suhardiman Amby Diduga Setor 46.500 Dolar Singapura ke Raja Juli

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Kuantan Singingi nonaktif, Suhardiman Amby, sempat mengumpulkan uang hingga 46.500 dolar Singapura untuk Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni (RJ).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan uang tersebut mulanya dikumpulkan dalam bentuk rupiah dari kepala desa ataupun camat, serta koperasi unit desa (KUD) yang beranggotakan para petani.

"Uang-uang yang terkumpul dalam rupiah ini kemudian dikonversi dalam bentuk dolar Singapura yang totalnya mencapai sekitar 46.500 dolar Singapura. Kemudian, Bupati ini diduga memberikan uang tersebut kepada Pak Menhut RJ," kata Budi, menukil Antara, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga:

Kendati demikian, Budi mengatakan KPK masih mendalami apakah uang tersebut diberikan sepenuhnya kepada Raja Juli atau tidak.

Menurut dia, KPK baru mendapatkan informasi saat memeriksa Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Juprizal (JUL) sebagai saksi kasus tersebut pada 8 Juli 2026, bahwa uang yang telah diberikan kepada Raja Juli adalah sebesar 12.500 dolar Singapura.

"Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik kepada JUL ini, penyidik juga melakukan penyitaan uang sejumlah 12.500 dolar Singapura," ucap Budi.

Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Kuantan Singingi dan Jakarta pada 29 Juni 2026 dengan mengamankan 10 orang. Operasi tersebut merupakan OTT ke-14 yang dilakukan KPK sepanjang 2026.

Baca Juga:

Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain kemudian menyerahkan diri kepada KPK pada 30 Juni 2026.

Pada 1 Juli 2026, KPK menetapkan Suhardiman Amby, Zulkarnain, dan Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant Ardiles sebagai tersangka dugaan suap terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi selama 2021–2026.

Selain dugaan suap, KPK juga menduga Suhardiman menerima gratifikasi terkait pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas.

Usai namanya terseret dalam perkara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada 3 Juli 2026 menjelaskan bahwa saat menerima audiensi Suhardiman pada 2 Juni 2026, kepala daerah tersebut meninggalkan sebuah amplop yang tertutup map.

Baca Juga:

Menurut Raja Juli, dirinya baru menyadari keberadaan amplop itu setelah Suhardiman meninggalkan ruangan. Dia kemudian memerintahkan ajudannya untuk mengembalikan amplop tersebut tanpa mengetahui isi di dalamnya.

Raja Juli mengatakan pengembalian amplop dilakukan pada 12 Juni 2026 setelah sebelumnya sempat tertunda karena kendala jadwal. Amplop itu dikembalikan kepada Suhardiman melalui ajudannya di Kabupaten Kuantan Singingi.

Pada 3 Juli 2026, Raja Juli juga melaporkan penolakan gratifikasi tersebut kepada KPK. Sementara pada 17 Juli 2026, KPK mengumumkan menolak laporan Raja Juli karena sedang mengusut pemberian tersebut.

Sumber: tirto

Baca Juga:

Editor
: Andrias
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Digagalkan di Bengkalis, Empat Karung Berisi 65 Kilogram Sabu dari Malaysia Berhasil Diungkap
Polres Bengkalis Musnahkan Barang Bukti Narkotika Hasil Pengungkapan Jaringan Internasional
Kejaksaan Geledah Kantor Bupati Meranti
Seorang Ibu Ungkap Aksi Bejat Oknum PNS di Rupat Cabuli Anak 6 Tahun
Polres Bengkalis Ungkap Peredaran Narkoba, Sita 28 Kg Sabu dan Ratusan Ribu Pil Ektasi
Dua Pelaku Penganiayaan Relawan MBG di Talang Muandau Ditangkap Polsek Pinggir
 
Komentar